Berbicara tentang kemanusiaan

Kemanusiaan itu bukan sekadar menghadirkan keadilan atau menghargai hak asasi. Kemanusiaan buat saya adalah lebih kepada memanusiakan manusia. Manusia yang diciptakan untuk mengelola bumi dan kekayaannya, memelihara mahluk hidup, serta menjadi penguasa atas segalanya. Paling tidak begitu yang ada di alkitab. Memanusiakan manusia artinya adalah mengembalikan esensi keberadaan manusia itu kepada 3 hal tadi. Tapi seringkali saya gagal memanusiakan diri saya sendiri terutama untuk point yang ketiga.

Menjadi penguasa atas diri sendiri, muka bumi, dan bahkan atas apa yang dipercayakan pada diri manusia itu sendiri cenderung menimbulkan sifat egoisme, lupa pada siapa penciptanya. Lalu saat tersadar, ketinggian hati melingkupi. Kita enggan mengakui dosa-dosa kita. Seperti halnya yang sedang saya alami, alih-alih meminta ampun atas guilty pleasure saya semalam, saya malah marah pada diri sendiri dan tegar tengkuk untuk berlutut mohon pengampunan.

Menjadi diri sendiri, menjadi manusia sesuai apa yang Tuhan sudah rancang tidaklah mudah. Meskipun saya tahu apa yang seharusnya saya lakukan atas perintahNya, saya selalu gagal. Bukan karena tak sanggup, tapi karena saya gagal untuk memanusiakan diri saya sebagai manusia.

Commuterline, 28 Oktober 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s