Truly, Madly, Deeply (Cerita Tentang Karimun Jawa part 2)

Hari Kedua Karimun Jawa Hari kedua di Karimun Jawa dimulai lebih pagi. Hanya sempat mencuci muka dan sarapan, kami langsung menuju kapal. Sayang, bang Alex nggak ikut mendampingi hari ini. Nah, rencananya kami akan hopping island dengan 2  spot snorkeling.10603398_10205076205449936_3383303407095494866_n Kalau kemarin di Tanjung Gelam kita nemuin pasir yang putih, di Pulau Kecil, lebih putih lagi dan lebih halus lagi. Perjalanan ke pulau itu dari Karimun Besar cukup lama. Kira-kira 2-3 jam. Ombaknya besar dan kita diwajibkan pakai life jacket dan pegangan ke tiang-tiang kapal. Beberapa kali air masuk karena kemiringan kapal nyampe 60 derajat. Kapal-kapal yang berlayar kayak kita kelihatan terhempas-hempas dan saya langsung membayangkan begitu juga kapal yang saya tumpangi. Kali ini kami tidak lagi ber-6 tapi jadi ber-8 karena ada 2 anak titipan yang jadwalnya mirip sama kita. Jadi digabung deh. Mereka punya guide sendiri. Nah, anak-anak cowok ini masih mahasiswa dan kebetulan lagi liburan. Mereka berani banget karena duduk di galangan kapal dan seolah-olah nggak peduli sama bahaya yang mengancam di depan sana. Pas nyampe di Gosong Putih, rasanya mau teriak. KEREN BANGET. Nggak perlu diucapin kata-kata lah ya. Cek aja foto-fotonya. 😀 10632887_10205152343153331_770431246819604169_n 10590607_10205152341833298_7927364764343515267_n 10590511_10205076207849996_3647479724580460187_n 10670202_10205152348513465_1160527174857131117_n 10639687_10205076203049876_4889949391609318584_n 10659369_10205076206809970_496315883042469759_n 10606534_10205076204049901_823001666417734644_n 68962_10205152343673344_9211842921151472212_n Di sini kita dikasih agak lamaan untuk seneng-seneng. Rasanya nggak mau pulang, sumpah, hahaha. Pulau ini sepi sekali, hanya ada 1 keluarga penghuni yang menggantungkan hidupnya dari jualan snack buat para pengunjung. Nah sebenarnya pulau ini terdekat dengan pulau Karimun Jawa besar. Kenapa perjalanan kami tadi sangat lama karena ternyata pelabuhan resminya berada di ujung terjauh dari Pulau Kecil ini. Menurut si bapak penjaga, emang kalau mereka ke pulau besar itu masih harus berkendara motor/mobil lagi ke pusat kota. Jadi sebenarnya sih sama-sama aja, hehehe. Di warung ini kita bisa jajan bakwan yang enak banget, pop mie yang mahal, es kopi yang juga mahal, ada juga es kelapa yang segar, kita jajan ber-3 kemarin kena 60 rebuan padahal cuman makan gorengan sama minum kopi. Tapi yah wajar aja karena emang cuman mereka yang punya warung. Kita jajan-jajan begitu karena nunggu jam makan siang. Nah, emang makan siang kali ini unik. Dimasak di tempat oleh para guide. Kebetulan ada beberapa kapal dengan masing-masing guide yang bawa peralatan masaknya. Makanan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya mirip. Ikan dan sayur. Meski kelihatan sederhana, tapi itu enak banget. Mungkin karena ikan segar hasil pancingan dan langsung dibakar. Nah abis makan, kita nggak langsung snorkeling. Mungkin maksudnya biar nggak muntah kali ya, hahaha. Kita masih dibolehin keliling-keliling pantai. Dikasih kesempatan kayak gitu, langsung deh saya ambil waktu menyendiri. Sebenernya sih sekalian buang air kecil, hahaha. Soalnya nggak ada toilet di situ. Menyendiri di pantai yang putih dan air yang jernih membuat perasaan tenang, teduh, dan penuh rasa bersyukur di hati. Dalam diam akhirnya saya tersadar kalau mengucap syukur atas kekayaan alam dan apa yang saya miliki dan alami sejauh ini itu nggak bisa terungkap dalam kata-kata. Diamlah, pejamkan mata, hirup udara segar itu, biarkan panas matahari menyusup hingga ke tulang-tulang. Nikmat. Sungguh, itu nikmat. 10650023_10205152354353611_259528228902018413_n Udah puas ngaso, kita pun mulai snorkeling dekat dengan dermaga pulau. Di sini nggak terlalu dalam kayak yang kemarin di kawasan Pulau Gosong Putih. Ditambah di sini banyak karang yang kalau kita injak, bisa bikin kita nongol dari laut. Beberapa kawan yang nggak bisa berenang akhirnya mencoba difoto tanpa life jacket dalam air di dekat karang itu.10659273_10205076210250056_8600746808893214777_n Maksudnya supa bisa langsung berdiri, ahahahak. Udah puas, kita pun menuju lokasi snorkeling selanjutnya. Nggak jauh-jauh amat dari sana. Nah, dekat spot itu ada pulau yang mirip dengan Pulau Kecil. Sayang, kapal nggak berlabuh di situ. Tapi ngeliatin dari jauh aja udah bikin hati adem. Meski cuman snorkeling, tapi itu meletihkan juga loh. Alhasil, saya cuman 15 menit di dalam air dan milih untuk duduk-duduk di galangan kapal. Di lokasi ini, ada banyak ikan. Guide kita nyediain nasi, yang keliatannya nasi sisa makan tadi, buat kita kasih ke ikan-ikan. Ini supaya mereka terpancing berenang deket kita dan dapet deh foto yang bagus, hehehe. 10660179_10205152357993702_2727998696949319107_n 7042_10205076208890022_1523692102160192399_n 10395821_10205152365833898_8040026454878801925_n 10703511_10205152358513715_7717730550345154939_n (1) Akhir dari snorkeling ini adalah awal dari paruh terakhir trip Karimun Jawa. Sebelum kembali ke penginapan, kita mampir di penangkaran Hiu. Sebenarnya saya kasihan melihat hewan-hewan itu dikerangkeng, terutama yang non-hiu seperti bintang laut. Kalau yang Hiu ya mungkin saja ya karena emang untuk menjaga keberadaan mereka maka perlu ditangkar. Nah kalau seperti bintang laut, untuk apa? Belum lagi mereka diangkat-angkat ke udara oleh para pengunjung yang ingin berfoto.

Mirisnya, untuk berfoto dengan mereka, ada biaya yang harus dibayar. Jadi sebenarnya hewan-hewan itu dijadikan komoditas untuk menghasilkan pemasukan tambahan oleh penjaga penangkaran.

image

Kunjungan ke penangkaran hiu ini jadi akhir dari trip kami. Rasanya sedih banget karena menghadapi kenyataan harus pisah sama temen-temen baru dan terutama karena pisah sama keseruan di Karimun Jawa.

image
Penampakan belakang Rumah Emak, penginapan open trip bareng bang Alex Simanjuntak. Priceless? Indeed.

Malam terakhir adalah malam minggu which is waktunya ngepasar malam! Jadi ada lapangan besar yang di tengah-tengahnya diisi panggung besar untuk penampilan artis lokal. Perlengkapan mereka nggak kalah dari konser-konser di ibukota ya meski dengan kualitas yang tak sama, hehehe.

Selain mendapatkan hiburan panggung, kita juga dimanjakan oleh jajanan pasar yang murah meriah dan beragam jenisnya. Tapi yang pasti semuanya berbau hidangan laut. Ikan segar jadi favorit di sini. Yang mana aja rasanya nggak jadi masalah karena semua hidangan berasal dari laut yang sama.

Untuk hari terakhir ini kami baru saling bertukar informasi soal siapa kami, apa kerjaannya, dulu kuliah dimana, dll. Temen-temen kita yang baru shock luar biasa pas tahu kerjaan kita apa. HAHAHA.

image
Lampu sorotnya nganggu yah..
image
Bule juga gabung sama kita.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s