Our First Blessing in Disguise

Blessing in disguise! Mungkin itu kalimat yang cocok untuk mewakili pengalaman kami mempersiapkan satu dari banyak printilan momen-sekali-seumur-hidup ini. Meski sudah jauh-jauh hari sepakat ke Ranca Upas, Bandung, tapi belum ada kepastian dimana menginap. Sempat terjadi diskusi agar berkemah saja di Ranca Upas–ini lokasi bumi perkemahan. Tapi mengingat kami tidak dalam rangka berlibur, maka keputusan itu dibatalkan.

Akhirnya, dalam waktu kurang dari 24 jam, pemesanan penginapan pun dilakukan. Perburuan via online dimulai sejak jam 10 pagi, 15 September 2015. Akhirnya kami mendapat ruangan kosong di Patuha Resort di website klikhotel.com. Ini merupakan pilihan kedua setelah Cimanggu Hot Spring Resort, tidak memberikan pilihan ruangan kosong untuk tanggal 16-17 September 2015.

Setelah melakukan pembayaran, saya pun menghubungi Patuha Resort. Mengapa? Hanya untuk memastikan kalau pesanan saya diterima mengingat ini pemesanan yang mepet. Jawaban penerima telepon saya pada awalnya mengatakan semua kamar di Patuha sudah penuh. Tapi saya bersikeras saya sudah melakukan pemesanan lewat klikhotel.com dan sudah membayar.

Mbak-mbak yang menerima telepon saya akhirnya mengecek ulang dan membenarkan pesanan tersebut. Saya pun mengingatkan mbaknya bahwa saya akan datang larut malam sehingga meminta agar kamar saya tidak dialihkan ke pihak lain. Dia pun mengiyakan.

Selang 30 menit, telepon berkode Bandung masuk ke HP saya. Dia mengaku sebagai pihak marketing klikhotel.com dan meminta maaf karena ternyata Patuha Resort sudah penuh karena ada acara kementerian. Aduh! Pikir saya waktu itu. Masak iya harus kemping? “Terus gimana dong, mbak?,” tanya saya sedikit panik.

Mbak-mbak yang menelepon pun menenangkan dengan memberikan solusi untuk mencarikan penginapan dengan harga yang sama dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari Patuha. Dia menyebutkan Kampung Strawberry, masih di Ciwidey. Saya tidak mau karena lokasinya terlalu jauh dari Ranca Upas. Dia pun menyanggupi untuk mencari penginapan yang lebih dekat.

Tak lama, email dari klikhotel.com pun masuk. Dia memberikan pilihan Cimanggu Hot Spring Resort! Penginapan pilihan kami yang pertama. Yang lebih menyenangkan, kami mendapat upgrade kamar dan tak perlu membayar apapun. Karena saya sempat melayangkan surat complaint ke email klikhotel.com, si mbak yang sama kembali menelepon dan mengabarkan sudah mengirim email konfirmasi pengalihan kamar.

Tak perlu tunggu lama, saya minta dia segera mem-booking kamar tersebut. Tapi dia mengingatkan kalau di tempat ini tidak ada layanan sarapan. Tidak ada restoran juga, hanya ada rumah-rumah makan yang dikelola warga setempat. Setelah berpikir cukup, saya memutuskan tetap mengambil tawaran tersebut dan mempersiapkan perbekalan lebih banyak.

Si mbak, kalau tidak salah namanya Winda, sangat ramah dan kooperatif. Mungkin karena kesalahan ada di pihak mereka, hehehe. Namun, terlepas dari kesalahannya, pelayanan klikhotel.com cukup memuaskan. Selain membalas email-email saya dengan cepat, dia bersedia menyediakan kasur tambahan, seperti pemesanan awal di Patuha.

Tiba di Cimanggu

Setelah melewati perjalanan panjang, termasuk akibat menggunakan GPS yang kelihatannya error, sampailah kami di lokasi. Untuk menuju lokasi ini, sebaiknya keluar Tol Kopo dibandingkan Tol Pasir Koja. Saat memasuki jalan raya Ciwidey, tak ada lampu jalan sehingga kami terpaksa memakai lampu jauh dan sangat menyulitkan kami jika berpapasan dengan kendaraan dari arah sebaliknya.

Sesampainya di lokasi, kami sudah ditunggu oleh pihak penginapan dan langsung diberi kunci kamar Pondok Eucalyptus. Kamarnya hanya 1 tapi ruang tamunya sangat luas daaann kamar mandinya luas sekali mengingat ada kolam rendam pribadi di dalamnya. Untuk kami yang datang ber-4, hal itu kurang efektif. Alhasil kami diberi Pondok pengganti, Pondok Cemara yang berisikan 2 kamar daaan kamar mandinya punya bath tub. Ini sudah cukup sih untuk kami yang mungkin tak sempat memanfaatkannya. Akhirnya memang hanya saya yang mencoba berendam di air panas belerang asli pegunungan malam itu.

Pondok Cemara. Ini foto ambil di Google karena nggak sempet foto-foto.
Pondok Cemara. Ini foto ambil di Google karena nggak sempet foto-foto.
Kalau ini kamar mandi Pondok Eucalyptus, pondokan termahal di Cimanggu Hot Springs. Mahalnya ya karena ada kolam rendam pribadi ini. Padahal mah kamarnya cuman 1 dan itupun untuk 2 orang.
Kalau ini kamar mandi Pondok Eucalyptus, pondokan termahal di Cimanggu Hot Springs. Mahalnya ya karena ada kolam rendam pribadi ini. Padahal mah kamarnya cuman 1 dan itupun untuk 2 orang.

Overall, tidak mengecewakan untuk menginap di sini. Mungkin karena waktunya terlalu singkat jadi sebenarnya bisa tidur dengan kasur empuk saja sudah cukup, hehehe. Apa mau kembali ke sini lagi? Why not. Tempatnya sejuk dan kolam rendamnya itu loh…

Advertisements

4 thoughts on “Our First Blessing in Disguise

  1. Menyenangkan yaa =) Jadi kepingin…hihihi. Mbak pakai Klikhotel.com yaa? Kami sekeluarga juga awalnya sempat ragu pakai jasa website ini, tapi sekarang setelah baca cerita mbak jadi tidak ragu lagi deh. Sukses selalu yaa mbak.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s