Ibu-ibu Hamil Yoga di Kampus

Harus tetap berolahraga saat sedang hamil bisa jadi hal yang memusingkan bagi beberapa orang, termasuk saya. Saya hanya berolahraga lari sebelum hamil dan menjadi parno sendiri jika tetap berlari-lari keliling kompleks rumah ketika hamil. Alhasil hingga pertengahan trisemester 2, saya sama sekali tidak olahraga.

Hingga akhirnya teman saya memposting fotonya sedang yoga bersama ibu-ibu hamil lainnya. Melihat fotonya untuk pertama kali, saya yakin itu berlokasi di halaman gedung rektorat almamater kampus saya, Universitas Indonesia uuuniversitas kamiii ibukota negara pusat ilmu budaya bangsaa (sekalian mengenalkan lagu Genderang UI, hihihi).

Tidak menunggu lama, saya pun berkomunikasi dengan teman saya ini dan terkuaklah (halah, macam cerita misteri) bahwa ini adalah komunitas Prenatal Yoga GBUS (gentle birth untuk semua). Aaaaawww, rasanya bahagia banget bisa ketemu komunitas seperti ini! Selain bisa yoga (setengah) gratis, dikenalin juga sama metode persalinan mudah dan alami.

Karena emang kebanyakan pesertanya adalah ibu-ibu hamil trisemester 3, saya yang masih semester 2 mau nggak mau tetap harus ngikutin. Di pertemuan pertama, saya sudah belajar mengurangi rasa sakit saat kontraksi asli jelang persalinan, hahaha.

Namanya teknik Rebozo. Rebozo sendiri adalah sebutan untuk kain panjang, lebih panjang dari kain gendongan bayi. Di saat ibu-ibu lain merasakan manfaatnya, saya malah bingung karena nggak merasakan apa-apa, hahaha. Yah namanya juga latihan di saat yang nggak tepat! Tapi nggak apa-apa, yang penting dapet pengetahuan baru!

Pertemuan kedua, saya kewalahan karena yang diajarkan memang khusus untuk ibu hamil trisemester 2 yaitu melatih otot-otot panggul. Makjaangg, ketahuan banget nggak pernah gerak! Keringetan dan napas ngos-ngosan karena harus ngangkat paha dan betis yang kalau kata abang, “dek ini beneran betis?” atau “dek ni paha?” hahahah!

14590298_10157572913970652_7985085107857066184_n
Nah biasanya latihannya di sini nih. Seger banget kan pagi-pagi yoga di sini. (Photo credit: Mbak Prita dan suaminya)

Sampai 2 pertemuan itu tidak ada satupun gerakan yang saya hapal, hahaha, hanya hapal cara pernapasan yang benar saja. Oh ya, instrukturnya selalu menekankan, kuasailah teknik pernapasan yang benar karena ini bisa mengurangi rasa sakit, mengusir rasa takut, bahkan (berdasarkan pengalaman anggota yoga GBUS yang sudah lahiran) masa pembukaan jalan lahir bayi jadi lebih pendek.

Nah, setelah pertemuan ketiga, saya sudah hapal sedikit gerakan pemanasan sebelum memulai gerakan yoga rutin, termasuk putaran sufi yang membantu proses BAB. Soalnya di akhir trisemester 2 masuk ke 3, kotoran keluarnya sangat lambat padahal sudah ada dorongan kuat untuk membuangnya.

Pertemuan ketiga ini belajar tentang gerakan mengurangi potensi sobekan saat melahirkan pervaginam nanti. Oh ya, saya baru tahu di sini kalau baik pervaginam (yang kita kenal dengan lahiran normal) maupun c-section (yang kita kenal dengan lahiran caesar) sama-sama proses lahiran normal. Jadi jangan anggap kalau caesar artinya nggak lahiran normal, ya!

Selain gerakan, diajarin juga bagaimana itu pijatan perinium. Wah si mbak instrukturnya, namanya mbak Prita, sampai bawa alat peraga lho untuk memudahkan kita membayangkan cara memijat perinium itu. Tidak cuman untuk para ibu, informasi yang disampaikan kemarin juga penting untuk didengar para calon bapak.

Mudah-mudahan sih di pertemuan selanjutnya saya bisa hapal beberapa gerakan rutin supaya bisa dipraktekin di rumah. Soalnya tidak boleh sembarang juga karena bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan kalau gerakannya salah.

14468444_10153952161951724_4915335527224523206_o
Setiap habis latihan, foto bareng, hihihi. Ini pertama kalinya saya ikutan yoga makanya fotonya nyempil di belakang šŸ˜€ šŸ˜€

Nah, buat yang penasaran tentang komunitas Prenatal Yoga GBUS ini, bisa cek Fanpage mereka di Facebook dengan nama Gentle Birth Untuk Semua. Di sana juga ada contact person untuk gabung latihan (karena terbatas dan dikontrol oleh seorang koordinator). Oh ya, di JABODETABEK, komunitas yoga ini baru ada di Depok dan Bekasi saja.

Karena saya ikut yang di Depok, latihan dilakukan tiap Minggu pagi jam 7.15 – 8.30 di halaman samping Rektorat UI (Science Park UI). Namun, latihan bisa saja ditiadakan dan diinformasikan dalam grup Whatsapp. Nah, kalau penasaran dan mau lihat langsung, bisa datang ke sini tiap Minggu pagi. Manatau bisa langsung daftar dan langsung ikutan yoga dan masuk grup WA-nya. Banyak info bermanfaat juga dari grup ini, lho!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s