Happy Monthiversary, Baby IES!

Nakku, hari ini tepat 30 hari umurndu. Sebulan pas. Sebagai generasi millenial, mamamu ini juga pingin keliatan kekinian dengan memperingati kehidupanmu di 30 hari pertama. Nggak apa-apa kali ini mama nggak antimainstream seperti biasanya. Demi kam.

Nakku, hari dimana kam lahir adalah hari yang dahsyat. Pagi hari mama masih hidup berdua saja sama papamu. Bangun pagi masih berdua, masih hanya nyiapin dua piring, dua gelas, satu kobokan dan satu sendok untuk sarapan. Tubuh mama masih utuh tanpa bekas luka satu sayat pun. Malam harinya, setelah kam lahir, tubuh mama sudah ada sayatan, sudah tertusuk jarum, terpasang selang di tangan dan saluran pipis. Mama nggak lagi makan berdua sama papamu tapi sudah sama kam yang netek dari payudara mama. Belum pernah mama ngalamin perubahan secepat ini hanya dalam satu malam. Dahsyat!

Nakku, hari-hari pertama kam lahir, nggak mudah. Mama masih ingat rasa sakit netekin kam. Mama sampai harus panggil suster supaya bawa kamu ke ruangan bayi karena mama nggak kuat hadapin kam dan papandu terlalu letih dan kedinginan karena tidur di lantai buat jagain kita. Cuman pelukan papamu di pagi hari yang jadi pelipur lara ku di atas ranjang rumah sakit waktu itu. Mama pikir rasa sakit itu akan berakhir setibanya mama di rumah karondu untuk jalanin masa nifas. Ternyata tidak.

Nakku, sepuluh hari pertama mama hancur lebur! Semangat bangun 2 jam sekali untuk nyusuin kam kalah sama fisik mama yang belum pulih karena luka jahitan. Yes, I’m crying many times.  I want my pregnant life back!! Kehidupan menyenangkan karena mama dimanja, diperhatikan, nggak mesti gendong-gendong kam. Bahkan mama sampai ingin kembali ke masa-masa single mama yang menyenangkan! Bisa kesana kemari sendirian, traveling sejauh mungkin, bahkan mungkin saat ini punya karir yang bagus, gak perlu capek-capek bangun 2 jam sekali netekin kam. But life must go on, mama sudah berkomitmen menikah dan punya anak. Mama pun membuang seluruh keinginan sia-sia itu tadi dan membangun pikiran yang baru yaitu kam.

Dua puluh hari pun berlalu nakku dan mama sudah mulai terbiasa dengan kode laparndu, kode eekndu, kode nangisndu karena kaget, sampai kode kenyangndu. Rasa sakit tak lagi sakit karena sudah terbiasa. Mama juga tak lagi gelisah sama teriak tangisndu. Malahan mama nunggu suarandu yang merdu itu meraung-raung memanggil mama.

Nakku, terima kasih sudah tersenyum setiap kali kam habis nyusu. Bukan cuman senyuman yang mama dapat setelah kam nyusu tapi juga tawandu. Meski tertutup matandu senyum dan ketawa itu, mama tetap bahagia dan selalu menantinya setiap kam selesai netek. Meski belum utuh matandu melihat tapi kam seolah tahu ada mama dekatndu. Kam selalu bereaksi setiap mama dekat, entah itu berhenti nangis atau bahkan malah nangis sekuat mungkin. Di sebulan pertama ini kita sudah cukup saling mengenal dan akan terus mengenal satu sama lain seumur hidup kita.

Nakku, bertumbuhlah! ASI yang mengalir ke tubuhndu adalah anugerah tak hanya untukndu tapi juga untuk mama. Tuhan begitu baik pada kita. 

Nakku, kuatlah belajar. Mulai dari belajar nyusu, belajar mengenal orang-orang sekitarndu lewat pelukan mereka, belajar merasa panas, dingin, gerah, kenyang, lapar, haus, rindu, marah, ngantuk, dst. Sama, mama juga berjuang belajar mengenali semua  ekspresindu akan hal-hal itu yang kam sampaikan lewat teriak tangis.

Nakku, akhir kata, mama ucapkan selamat. Kam berhasil bertahan hidup selama 30 hari. Dunia ini dingin, nggak seperti di rahim sana yang hangat. Kam harus teriak kalau mau ini itu, nggak seperti di rahim sana yang segala sesuatunya tersedia. Akan ada banyak hal yang akan kam temui nanti. Bertahanlah, berjuanglah, mama selalu ada untukndu.

Love,

Mama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s