Happy Monthiversary, Baby IES!

Nakku, hari ini tepat 30 hari umurndu. Sebulan pas. Sebagai generasi millenial, mamamu ini juga pingin keliatan kekinian dengan memperingati kehidupanmu di 30 hari pertama. Nggak apa-apa kali ini mama nggak antimainstream seperti biasanya. Demi kam. Nakku, hari dimana kam lahir adalah hari yang dahsyat. Pagi hari mama masih hidup berdua saja sama papamu. Bangun … More Happy Monthiversary, Baby IES!

A Grateful Perfectionist

Menjadi wanita yang tidak bekerja kantoran dari yang tadinya workaholic dan tak ingat kehidupan pribadi adalah hal yang sangat berat. Berat sekali. Awalnya terasa menyenangkan karena terasa seperti istirahat panjang namun makin hari makin terasa menakutkan karena muncul perasaan tidak berguna lagi dan terbuang. Hari demi hari dilalui dengan perjuangan untuk membuang semua pikiran negatif … More A Grateful Perfectionist

Prologue

Halo sayang, Sudah 24 minggu kamu di rahim mama ya. Sudah 2 minggu kamu tendang-tendang perut mama dari dalam. Mama nggak nyangka bisa berada dalam kondisi seperti ini. It’s such a magic! Dulu pas mama masih gadis, suka ngerasain kedut-kedut di perut tapi ini beda. Yes you are there, filling my womb with happiness and … More Prologue

Karena Bekerja dan Berkeluarga Sama Pentingnya

Seorang teman, pria, pernah menceritakan pergumulan hidupnya tentang memilih antara keluarga dan pekerjaan. Teman saya ini bekerja sebagai petugas pajak yang sepanjang hidupnya harus berhadapan dengan mutasi ke berbagai daerah. Istrinya, bekerja di instansi yang sama, ditempatkan di kantor pusat sehingga akan tetap berada di Jakarta. Saya tidak ingat pasti apa yang menyebabkan keduanya tetap … More Karena Bekerja dan Berkeluarga Sama Pentingnya

When two become one. Premiere.

Ersinget-singet/Nehken kata. Entah stage apa kalau dalam bahasa Indonesia persiapan pernikahan ini. Bagi kami orang Karo, ini adalah tahap awal antara dua keluarga pria dan wanita yang memutuskan untuk menikah. Dalam acara ini, keluarga pihak laki-laki—diwakili anak berunya (pemberi suami) sebagai juru bicara—menyampaikan niat untuk meminang anak perempuan di rumah itu. Ya, acara ini diadakan … More When two become one. Premiere.

Bersabarlah, Daging!

Detik-detik menjelang saat itu, rasanya ingin aku berlari. Tak pernah muncul dalam benakku untuk berada dalam dekapan seorang pria, yang bukan bapakku. Aku tak tahu harus bersikap bagaimana. Itu kata hati. Itulah roh. Bayangan itu makin menguat. Bahkan seperti kenyataan hingga membuat jantungku berdegup tak seperti biasanya. Bagian yang tersembunyi pun berdenyut. Dia suka. Dia … More Bersabarlah, Daging!

Our First Blessing in Disguise

Blessing in disguise! Mungkin itu kalimat yang cocok untuk mewakili pengalaman kami mempersiapkan satu dari banyak printilan momen-sekali-seumur-hidup ini. Meski sudah jauh-jauh hari sepakat ke Ranca Upas, Bandung, tapi belum ada kepastian dimana menginap. Sempat terjadi diskusi agar berkemah saja di Ranca Upas–ini lokasi bumi perkemahan. Tapi mengingat kami tidak dalam rangka berlibur, maka keputusan … More Our First Blessing in Disguise

Terpaksa Romantis itu Romantis

Telepon di meja berdering. Jarang sekali telepon berwarna putih ini berdering kalau bukan ajakan makan siang dari kawan yang tempat duduknya selemparan batu. Dengan bahasa sok akrab, aku menjawab telepon itu. Ternyata dari satpam bawah. Katanya, “mbak Dea ada kiriman nih dari pak Jepe.” Sontak aku tertawa terbahak-bahak, teringat sesuatu di awal minggu ini. Si … More Terpaksa Romantis itu Romantis