2015, Tahun Keruntuhan?

Per 31 Desember 2015, Sinar Harapan, surat kabar tempatku bekerja selama 67 bulan bakal tutup. Penutupan ini bukan gelegar bagiku karena sudah sejak lama aku dan kawan-kawan menyadari surat kabar tertua di negeri ini bakal ditutup. Tapi tak menyangka bakal sedekat dan seekstrim ini karena awalnya sempat ada harapan kalau pemberitaan online akan tetap dipertahankan. … More 2015, Tahun Keruntuhan?

Boyzone Menostalgiakan Kebahagiaan Remaja 90-an

Ronan pun tak kuasa menahan harunya ketika mendengar suara Stephen melantun. Ia sampai dua kali menekan lalu mengusap matanya, tanda air mata sudah siap mengaliri pipi. “If I ask, would you say yes?” lantun Ronan Keating yang dengan segera mengarahkan microphone-nya ke arah penonton. Koor “yeeessss!” pun membahana. Ronan tersenyum nakal yang kemudian disambut teriakan … More Boyzone Menostalgiakan Kebahagiaan Remaja 90-an

Mempertahankan Nilai di Hadapan Penilai

Akhir pekan lalu, seorang wartawan senior Sinar Harapan menelepon. Nama senior ini Aristides Katoppo. Seperti biasa, dia selalu bertanya apakah saya bisa diganggu seolah-olah dia tahu kalau saya enggan berbicara urusan kantor. Maklum, akhir pekan hanyalah waktu wartawan untuk bersantai. Karena dia adalah orang yang saya hormati, saya relakan 15 menit saya untuk membicarakan satu … More Mempertahankan Nilai di Hadapan Penilai

Mengenang Masa Lalu (2)

Memang kelihatannya saya dulu sangat nyinyir ketika menulis ficer tentang korupsi. Ini satu lagi tulisan masa lalu yang kental kenyinyirannya. Bumerang Itu Pulang ke Akil Chairun Nisa berlindung di balik dekapan seorang pria ketika memasuki ruang tahanan KPK. Bumerang. Keunikan senjata tradisional milik suku Aborigin di benua Australia ini adalah bisa kembali segera setelah sang … More Mengenang Masa Lalu (2)

Mengenang Masa Lalu

Saat sedang rehat dari urusan menyunting, saya menemukan satu artikel lama yang pernah saya tulis. Terasa sekali ada nuansa nyinyir dan kemarahan di tulisan itu. Apa iya saya pernah segalak ini dulu? Sekerat Tahu dan Catatan dari Penjara Andi Mallarangeng minta dibawakan buku karya Pram, Tan Malaka, dan Soekarno. Inilah enaknya jadi pejabat korup, masih bisa … More Mengenang Masa Lalu

Be Brave, Sir!

Kamis (23/4) lalu mungkin jadi hari terakhirku bertemu Abraham Samad. Dia masih mengenaliku, wartawan yang dia panggil dinda, wartawan yang selalu berteriak jika bertanya, anggota gerombolan wartawan yang mungkin akan dikenang sepanjang hidupnya karena pernah memaksa semua wartawan untuk membiarkan dia dan teman-temannya berbicara dengan tembok, lalu memilih berbicara di radio yang untuk didengar harus … More Be Brave, Sir!

Jurus Kungfu “Delapan Penjuru Mata Angin” Hakim Suwidya

“Sampai ke Tuhan pun saya akan banding. Sampai ke surga pun saya akan banding!” seru mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar kepada wartawan, 30 Juni 2014, usai divonis bersalah dalam perkara suap terkait pengurusan sengketa pilkada di MK. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menghukum pria kelahiran Kalimantan Barat itu dengan pidana … More Jurus Kungfu “Delapan Penjuru Mata Angin” Hakim Suwidya