2015, Tahun Keruntuhan?

Per 31 Desember 2015, Sinar Harapan, surat kabar tempatku bekerja selama 67 bulan bakal tutup. Penutupan ini bukan gelegar bagiku karena sudah sejak lama aku dan kawan-kawan menyadari surat kabar tertua di negeri ini bakal ditutup. Tapi tak menyangka bakal sedekat dan seekstrim ini karena awalnya sempat ada harapan kalau pemberitaan online akan tetap dipertahankan. … More 2015, Tahun Keruntuhan?

When two become one. Premiere.

Ersinget-singet/Nehken kata. Entah stage apa kalau dalam bahasa Indonesia persiapan pernikahan ini. Bagi kami orang Karo, ini adalah tahap awal antara dua keluarga pria dan wanita yang memutuskan untuk menikah. Dalam acara ini, keluarga pihak laki-laki—diwakili anak berunya (pemberi suami) sebagai juru bicara—menyampaikan niat untuk meminang anak perempuan di rumah itu. Ya, acara ini diadakan … More When two become one. Premiere.

Bersabarlah, Daging!

Detik-detik menjelang saat itu, rasanya ingin aku berlari. Tak pernah muncul dalam benakku untuk berada dalam dekapan seorang pria, yang bukan bapakku. Aku tak tahu harus bersikap bagaimana. Itu kata hati. Itulah roh. Bayangan itu makin menguat. Bahkan seperti kenyataan hingga membuat jantungku berdegup tak seperti biasanya. Bagian yang tersembunyi pun berdenyut. Dia suka. Dia … More Bersabarlah, Daging!

Our First Blessing in Disguise

Blessing in disguise! Mungkin itu kalimat yang cocok untuk mewakili pengalaman kami mempersiapkan satu dari banyak printilan momen-sekali-seumur-hidup ini. Meski sudah jauh-jauh hari sepakat ke Ranca Upas, Bandung, tapi belum ada kepastian dimana menginap. Sempat terjadi diskusi agar berkemah saja di Ranca Upas–ini lokasi bumi perkemahan. Tapi mengingat kami tidak dalam rangka berlibur, maka keputusan … More Our First Blessing in Disguise

Terpaksa Romantis itu Romantis

Telepon di meja berdering. Jarang sekali telepon berwarna putih ini berdering kalau bukan ajakan makan siang dari kawan yang tempat duduknya selemparan batu. Dengan bahasa sok akrab, aku menjawab telepon itu. Ternyata dari satpam bawah. Katanya, “mbak Dea ada kiriman nih dari pak Jepe.” Sontak aku tertawa terbahak-bahak, teringat sesuatu di awal minggu ini. Si … More Terpaksa Romantis itu Romantis

Boyzone Menostalgiakan Kebahagiaan Remaja 90-an

Ronan pun tak kuasa menahan harunya ketika mendengar suara Stephen melantun. Ia sampai dua kali menekan lalu mengusap matanya, tanda air mata sudah siap mengaliri pipi. “If I ask, would you say yes?” lantun Ronan Keating yang dengan segera mengarahkan microphone-nya ke arah penonton. Koor “yeeessss!” pun membahana. Ronan tersenyum nakal yang kemudian disambut teriakan … More Boyzone Menostalgiakan Kebahagiaan Remaja 90-an

Mempertahankan Nilai di Hadapan Penilai

Akhir pekan lalu, seorang wartawan senior Sinar Harapan menelepon. Nama senior ini Aristides Katoppo. Seperti biasa, dia selalu bertanya apakah saya bisa diganggu seolah-olah dia tahu kalau saya enggan berbicara urusan kantor. Maklum, akhir pekan hanyalah waktu wartawan untuk bersantai. Karena dia adalah orang yang saya hormati, saya relakan 15 menit saya untuk membicarakan satu … More Mempertahankan Nilai di Hadapan Penilai

Truly, Madly, Deeply (Cerita Tentang Karimun Jawa part 2)

Hari Kedua Karimun Jawa Hari kedua di Karimun Jawa dimulai lebih pagi. Hanya sempat mencuci muka dan sarapan, kami langsung menuju kapal. Sayang, bang Alex nggak ikut mendampingi hari ini. Nah, rencananya kami akan hopping island dengan 2  spot snorkeling. Kalau kemarin di Tanjung Gelam kita nemuin pasir yang putih, di Pulau Kecil, lebih putih … More Truly, Madly, Deeply (Cerita Tentang Karimun Jawa part 2)

Mengenang Masa Lalu (2)

Memang kelihatannya saya dulu sangat nyinyir ketika menulis ficer tentang korupsi. Ini satu lagi tulisan masa lalu yang kental kenyinyirannya. Bumerang Itu Pulang ke Akil Chairun Nisa berlindung di balik dekapan seorang pria ketika memasuki ruang tahanan KPK. Bumerang. Keunikan senjata tradisional milik suku Aborigin di benua Australia ini adalah bisa kembali segera setelah sang … More Mengenang Masa Lalu (2)

Mengenang Masa Lalu

Saat sedang rehat dari urusan menyunting, saya menemukan satu artikel lama yang pernah saya tulis. Terasa sekali ada nuansa nyinyir dan kemarahan di tulisan itu. Apa iya saya pernah segalak ini dulu? Sekerat Tahu dan Catatan dari Penjara Andi Mallarangeng minta dibawakan buku karya Pram, Tan Malaka, dan Soekarno. Inilah enaknya jadi pejabat korup, masih bisa … More Mengenang Masa Lalu