Prologue

Halo sayang, Sudah 24 minggu kamu di rahim mama ya. Sudah 2 minggu kamu tendang-tendang perut mama dari dalam. Mama nggak nyangka bisa berada dalam kondisi seperti ini. It’s such a magic! Dulu pas mama masih gadis, suka ngerasain kedut-kedut di perut tapi ini beda. Yes you are there, filling my womb with happiness and … More Prologue

Karena Bekerja dan Berkeluarga Sama Pentingnya

Seorang teman, pria, pernah menceritakan pergumulan hidupnya tentang memilih antara keluarga dan pekerjaan. Teman saya ini bekerja sebagai petugas pajak yang sepanjang hidupnya harus berhadapan dengan mutasi ke berbagai daerah. Istrinya, bekerja di instansi yang sama, ditempatkan di kantor pusat sehingga akan tetap berada di Jakarta. Saya tidak ingat pasti apa yang menyebabkan keduanya tetap … More Karena Bekerja dan Berkeluarga Sama Pentingnya

2015, Tahun Keruntuhan?

Per 31 Desember 2015, Sinar Harapan, surat kabar tempatku bekerja selama 67 bulan bakal tutup. Penutupan ini bukan gelegar bagiku karena sudah sejak lama aku dan kawan-kawan menyadari surat kabar tertua di negeri ini bakal ditutup. Tapi tak menyangka bakal sedekat dan seekstrim ini karena awalnya sempat ada harapan kalau pemberitaan online akan tetap dipertahankan. … More 2015, Tahun Keruntuhan?

When two become one. Premiere.

Ersinget-singet/Nehken kata. Entah stage apa kalau dalam bahasa Indonesia persiapan pernikahan ini. Bagi kami orang Karo, ini adalah tahap awal antara dua keluarga pria dan wanita yang memutuskan untuk menikah. Dalam acara ini, keluarga pihak laki-laki—diwakili anak berunya (pemberi suami) sebagai juru bicara—menyampaikan niat untuk meminang anak perempuan di rumah itu. Ya, acara ini diadakan … More When two become one. Premiere.

Bersabarlah, Daging!

Detik-detik menjelang saat itu, rasanya ingin aku berlari. Tak pernah muncul dalam benakku untuk berada dalam dekapan seorang pria, yang bukan bapakku. Aku tak tahu harus bersikap bagaimana. Itu kata hati. Itulah roh. Bayangan itu makin menguat. Bahkan seperti kenyataan hingga membuat jantungku berdegup tak seperti biasanya. Bagian yang tersembunyi pun berdenyut. Dia suka. Dia … More Bersabarlah, Daging!

Our First Blessing in Disguise

Blessing in disguise! Mungkin itu kalimat yang cocok untuk mewakili pengalaman kami mempersiapkan satu dari banyak printilan momen-sekali-seumur-hidup ini. Meski sudah jauh-jauh hari sepakat ke Ranca Upas, Bandung, tapi belum ada kepastian dimana menginap. Sempat terjadi diskusi agar berkemah saja di Ranca Upas–ini lokasi bumi perkemahan. Tapi mengingat kami tidak dalam rangka berlibur, maka keputusan … More Our First Blessing in Disguise

Terpaksa Romantis itu Romantis

Telepon di meja berdering. Jarang sekali telepon berwarna putih ini berdering kalau bukan ajakan makan siang dari kawan yang tempat duduknya selemparan batu. Dengan bahasa sok akrab, aku menjawab telepon itu. Ternyata dari satpam bawah. Katanya, “mbak Dea ada kiriman nih dari pak Jepe.” Sontak aku tertawa terbahak-bahak, teringat sesuatu di awal minggu ini. Si … More Terpaksa Romantis itu Romantis

Boyzone Menostalgiakan Kebahagiaan Remaja 90-an

Ronan pun tak kuasa menahan harunya ketika mendengar suara Stephen melantun. Ia sampai dua kali menekan lalu mengusap matanya, tanda air mata sudah siap mengaliri pipi. “If I ask, would you say yes?” lantun Ronan Keating yang dengan segera mengarahkan microphone-nya ke arah penonton. Koor “yeeessss!” pun membahana. Ronan tersenyum nakal yang kemudian disambut teriakan … More Boyzone Menostalgiakan Kebahagiaan Remaja 90-an

Mempertahankan Nilai di Hadapan Penilai

Akhir pekan lalu, seorang wartawan senior Sinar Harapan menelepon. Nama senior ini Aristides Katoppo. Seperti biasa, dia selalu bertanya apakah saya bisa diganggu seolah-olah dia tahu kalau saya enggan berbicara urusan kantor. Maklum, akhir pekan hanyalah waktu wartawan untuk bersantai. Karena dia adalah orang yang saya hormati, saya relakan 15 menit saya untuk membicarakan satu … More Mempertahankan Nilai di Hadapan Penilai

Truly, Madly, Deeply (Cerita Tentang Karimun Jawa part 2)

Hari Kedua Karimun Jawa Hari kedua di Karimun Jawa dimulai lebih pagi. Hanya sempat mencuci muka dan sarapan, kami langsung menuju kapal. Sayang, bang Alex nggak ikut mendampingi hari ini. Nah, rencananya kami akan hopping island dengan 2  spot snorkeling. Kalau kemarin di Tanjung Gelam kita nemuin pasir yang putih, di Pulau Kecil, lebih putih … More Truly, Madly, Deeply (Cerita Tentang Karimun Jawa part 2)